Rabu, 04 Maret 2015

Peng.Kreativitas dan Keberbakat



Tugas Pertemuan  1

Nama   : Era Lovi Setyowati
Kelas   : 1PA19
NPM    : 13514588

A.   Definisi konseptual kreativitas
      Definisi konsep menurut Arifin Abdurachman adalah suatu pemikiran umum mengenai suatu masalah atau persoalan. Definisi konsepsional atau definisi konsep disebut juga kerangka konsepsional.Jadi definisi konsepsional kreatifitas adalah sesuatu yang menggambarkan adanya hubungan antara konsep yang khusus dengan konsep yang akan diteliti. Konsepsional juga digunakan untuk mendefinisikan pengertian didalam penelitian, agar tidak mengalami pembiasan dalam pengumpulan data hingga pada tahap analisis penelitian.
konsepsional adalah suatu pemikiran umum yang menggambarkan hubungan antara konsep konsep khusus yang akn menentukan variabel variabel yang akan saling berhubungan.istilah konsepsional merupakan pengarah atau pedoman yang lebih konkrit
B.    Definisi operasional kreativitas
     “Kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan originalitas dalam berfikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkayam memperinci) suatu gagasan”. (Munandar 2009).
Operasional adalah petunjuk atau cara kerja bagi si peneliti dalam mengumpulkan semua data-data yang diperlukan selama penelitian berlangsung selain itu operasional ini juga dapat menentukan suatu masalah tersebut dapat di teliti atau tidak, kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk berpikir,mengembangkan serta menciptakan konsep-konsep maupun gagasan baru. jadi operasional kreativitas adalah kemampuan seseorang dalam mengembangkan konsep-konsep tersebut sehinggah bisa di terapkan dalam melakukan suatu penelitian.

C.    Teori-teori kreativitas

1.     Teori psikoanalisis

a.    Freud
     Freud menjelaskan proses kretif dari mekanisme pertahanan (defence mechanism). Freud percaya bahwa meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat tindakan kreatif, mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab utama kreativitas karena kebutuhan seksual tidak dapat dipenuhi, maka terjadi sublimasi dan merupakan awal imajinasi.
Macam mekanisme pertahanan:
- Represi                           - regresi
- Konpensasi                    - Proyeksi
- Sublimasi                       - Pembentukan reaksi
- Rasionalisasi                  - Pemindahan
- Identifikasi                     - Kompartementalisasi

b.    Ernest krist
     Ernest Kris (1900-1957) menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi seiring memunculkan tindakan kreatif.  Orang yang kreatif menurut teori ini adalah mereka yang paling mampu “memanggil” bahan dari alam pikiran tidak sadar.  Seorang yang kreatif tidak mengalami hambatan untuk bisa “seperti anak” dalam pemikirannya. Mereka dapat  mempertahankan  “sikap bermain” mengenai masala-masalah serius dalam kehidupannya. Dengan demikian mereka mampu malihat masalah-masalah dengan cara yang segar dan inovatif, mereka melakukan regresi demi bertahannya ego (Regression in The Survive of The Ego)
c.    Carl Jung
     Carl Jung (1875-1967) percaya bahwa alam ketidaksadaran (ketidaksadaran kolektif) memainkan peranan yang amat penting dalam pemunculan kreativitas tingkat tinggi. Dari ketidaksadaran kolektif ini timbil penemuan, teori, seni dan karya-karya baru lainnya.

2.    Teori humanistik

a.    Abraham maslow
     Abraham Maslow (1908-1970) berpendapat manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan.
Kebutuhan tersebut adalah:
1.     Kebutuhan fisik/biologis
2.    Kebutuhan akan rasa aman
3.    Kebutuhan akan rasa dimiliki (sense of belonging) dan cinta
4.    Kebutuhan akan penghagaan dan harga diri
5.    Kebutuhan aktualisasi / perwujudan diri

     Kebutuhan-kebutuhan tersebut mempunyai urutan hierarki. Keempat Kebutuhan pertama disebut kebutuhan “deficiency”. Kedua Kebutuhan berikutnya (aktualisasi diri dan estetik atau transendentasi) disebut kebutuhan “being”. Proses perwujudan diri erat kaitannya dengan kreativitas. Bila  bebas dari neurosis, orang yang mewujudkan dirinya mampu memusatkan dirinya pada yang hakiki. Mereka mencapai “peak experience” saat mendapat kilasan ilham (flash of insight)

b.    Carl roger
     Carl Rogers (1902-1987) tiga kondisi internal dari pribadi yang kreatif, yaitu:
- Keterbukaan terhadap pengalaman
- Kemampuan untuk menilai situasi patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation)
- Kemampuan untuk bereksperimen, untuk “bermain” dengan konsep-konsep. Apabila seseorang
  memiliki ketiga cirri ini maka kesehatan psikologis sangat baik. Orang tersebut diatas akan
  berfungsi sepenuhnya menghasilkan karya-karya kreatif, dan hidup secara kreatif. Ketiga cirri atau
  kondisi tersebut uga merupakan dorongan dari dalam (internal press) untuk kreasi.

3.    Teori Cziksentmihalyi
     Ciri pertama yang memudahkan tumbuhnya kreativitas adalah :
-     Predisposisi genetis (genetic predispotition). Contoh seorang yang system sensorisnya peka
    terhadap warna lebih mudah menjadi pelukis, peka terhadap nada lebih mudah menjadi pemusik. 
-   Minat pada usia dini pada ranah tertentu
-     Minat menyebabkan seseorang terlibat secara mendalam terhadap ranah tertentu, sehingga
    mencapai kemahiran dan keunggulan kreativitas.
-     Akses terhadap suatu bidang . Adanya sarana dan prasarana serta adanya pembina/mentor dalam  
    bidang yang diminati sangat membantu pengembangan bakat.
-     Access to a field  Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman sejawat +
    tokoh-tokoh penting dalam bidang yang digeluti, memperoleh informasi yang terakhir,
    mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan pakar-pakar dalam bidang yang diminati sangat
    penting untuk mendapatkan pengakuan + penghargaan dari orang-orang penting.         
-    Orang-orang kreatif ditandai adanya kemampuan mereka yang luar biasa untuk menyesuaikan diri
    terhadap hampir setiap situasi dan untuk melakukan apa yang perlu untuk mencapau tujuannya.


Sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar