TUGAS
III
NAMA : ERA LOVI SETYOWATI
KELAS : 3 PA 14
NPM : 13514588
A.
CONTROLLING FUNGSI MANAJEMEN
1. Pengertian
Controlling Manajemen
Controlling manajemen atau disebut dengan pengawasan
manajemen. Pengawasan merupakan fungsi manajerial yang keempat setelah
perencanaan, pengorganisasian dan pengarahan. Sebagai salah satu fungsi
manajemen, mekanisme pengawasan dalam suatu organisasi memang mutlak
diperlukan. Pelaksanaan suatu rencana atau program tanpa diiringi dengan suatu
sistem pengawasan yang baik dan berkesinambungan, jelas akan mengakibatkan
lambatnya atau bahkan tidak tercapainya sasaran dan tujuan yang telah
ditentukan.
Menurut Atmosudirdjo mengatakan bahwa pada pokoknya controlling adalah keseluruhan dari pada kegiatan yang membandingkan atau mengukur apa yang sedang atau sudah dilaksanakan dengan kriteria, norma-norma, standar, atau rencana-rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.
2. Jelaskan
Langkah-langkah Controlling Manajemen
a. Tahap penetapan standar
a. Tahap penetapan standar
Tujuannya
adalah sebagai sasaran, kuota dan target pelaksanaan kegiatan yang digunakan
sebagai patokan standar
b.
Tahap penentu pengukuran pelaksanaan kegiatan
Digunakan
sebagai dasar atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan scara tepat.
c.
Tahap pengukuran pelaksanaan kegiatan
Beberapa
proses yang berulang-ulang dan kontinu yang berupa pengamatan, laporan, metode,
pengujian dan sampel.
d.
Tahap pembandingan pelaksanaan dengan standar dan analisa penyimpangan
Digunakan
untuk mengetahui penyebab terjadinya penyimpangan dan menganalisanya, juga
digunakan sebagai alat pengambilan keputusan.
e.
Tahap pengambilan tindakan koreksi
Bila
diketahui dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan dimana perlu ada perbaikan
dalam pelaksanaan. 3. Jelaskan Tipe-tipe Controlling Manajemen
Pada dasarnya ada beberapa jenis pengawasan yang dapat dilakukan, yaitu :
1.
Pengawasan Intern dan Ekstern
Pengawasan intern adalah pengawasan yang dilakukan
oleh orang atau badan yang ada didalam lingkungan unit organisasi yang
bersangkutan. Pengawasan dalam bentuk ini dapat dilakukan dengan cara
pengawasan atasan langsung atau pengawasan melekat (built in control) atau pengawasan yang dilakukan secara rutin.
Pengawasan ekstern adalah pemeriksaan yang dilakukan
oleh unit pengawasan yang berada diluar unit organisasiyang diawasi.
2.
Pengawasan Preventif dan Represif
Pengawasan prevetif lebih dimaksudkan sebagai
pengawasan yang dilakukan terhadap suatu kegiatan sebelum kegiatan itu
dilaksanakan, sehingga dapat mencegah terjadinya penyimpangan. Lazimnya,
pengawasan ini dilakukan pemerintah dengan maksud untuk menghindari adanya
penyimpangan pelaksanaan keuangan negara yang akan membebankan dan merugikan negara
lebih besar. Di sisi lain, pengawasan ini juga dimaksudkan agar sistem pelaksanaan
anggaran dapat berjalan sebagaimana yang dikehendaki. Pengawasan preventif akan
lebih bermanfaat dan bermakna jika dilakukan oleh atasan langsung, sehingga
penyimpangan yang kemungkinan dilakukan akan terdeteksi lebih awal.
Disisi lain pengawasan represif adalah pengawasan
yang dilakukan terhadap suatu kegiatan setelah kegiatan itu dilakukan.
Pengawasan model ini lazimnya dilakukan pada akhir tahun anggaran, dimana
anggaran yang telah ditentukan kemudian disampaikan laporannya. Setelah itu,
dilakukan pemeriksaandan pengawasannya untuk mengetahui kemungkinan terjadinya
penyimpangan.
Pengawasan dekat (aktif) dilakukan sebagai bentuk pengawasan yang dilaksanakan di tempat kegiatan yang bersangkutan. Hal iniberbeda dengan pengawasan jauh (pasif) yang melakukan pengawasan melalui penelitian dan pengujian terhadap surat-surat pertanggungjawaban yang disertai dengan bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran. Di sisi lain, pengawasan berdasarkan pemeriksaan kebenaran formal menurut hak (rechmatigheid) adalah pemeriksaan terhadap pengeluaran apakah telah sesuai dengan peraturan, tidak kadaluarsa, dan hak itu terbukti kebenarannya. Sementara hak berdasarkan pemeriksaan kebenaran materi mengenal maksud tujuan pengeluaran (deolmatigheid) adalah pemeriksaan terhadap pengeluaran apakah telah memenuhi prinsip ekonomi yaitu pengeluaran tersebut diperlukan dan beban biaya yang serendah mungkin.
4. Contoh Kasus Strategi Controlling Untuk Sebuah Organisasi
Ada
pabrik atau perusahaan perumahan (homemade)
yang berupa garment pakaian,
perusahaan itu memperkerjakan sekitar 25 pegawai, perusahaan itu mengelola
pakaian mentah menjadi pakaian siap pakai, missal kita menerima bahan pakaian
lembaran dari perusahaan lain lalu kami membuat pola, menjahit, memasang
kancing hingga menjadi pakaian yang siap
pakai dan siap untuk dipasarkan kepada konsumen. Sangat banyak hal yang perlu adanya suatu
pengawasan dalam perusahaan ini, dari mulai mengawasi pekerja yang bekerja
untuk mengawasi mensortir bahan barsng yang masuk, mengawasi pekerjaan para
pegawai untuk mengolah bahan sampi memasarkan barang ke pasar luar . Hal ini
bertujuan agar suatu perusahaan ini dapat terlaksana sesuai dengan semestinya.
Jika ada suatu penyimpangan, maka harus di telusuri apa penyebab dan
menganalisa mengapa bisa terjadi sedemikian dan perlu adanya perbaikan.
Saran
: Tahap pengawasan ini harus dilaksanakan secara kontinue agar perusahaan dapat
berjalan dengan terstruktur
B. KEKUASAAN DAN PENGARUH
1. Pengertian Kekuasaan
Konsep kekuasaan sangat pentiing untuk memahami bagaimana
orang mampu saling memengaruhi dalam organisasi (Mitzberg, 1983, 1992).
Kekuasaan melibatkan kapasitas satu pihak ("agen") untuk memengaruh pihak
lain ("target"). Konsep fleksibel ini bisa digunakan dengan berbagai
cara, Istilah ini dapat mengacu pada pengaruh agen terhadap satu atau banyak
target. Kekuasaan adalah variabel dinamis yang berubah mengikuti perubahan
kondisi. Bagaimana kekuasaan dapat dihunakan dan hasil usaha memengaruhi dapat
meningkatkan atau menjatuhkan kekuasaan agen tertentu.
Kekuasaan adalah merupakan kemampuan memengaruhi perilaku
orang lain dan sebaliknya menolak pengaruh yang tidak diinginkan. Tetapi patut
diingatkan bahwa meskipun seseorang mempunyai kemampuan memengaruhi, tidak
berari bersedia melakukannya. Power atau kekuasaan adalah kemampuan membuat
oranglain melakukan apa yang diinginkan seseorang untuk mereka lakukan (Gibson,
Ivancevich, Donnelly, dan Konopaske, 2012 : 291). Apabila digunakan dalam
kebaikan organisasi, kekuasaan merupakan kekuatan positif untuk mencapai
evektifitas organisasi tingkat tinggi.
Robbins dan Judge, (2011 : 454) memberikan pengertian bahwa
kekuasaan menunjukkan pada kapasitas bahwa A harus memengaruhi perilaku B
sehingga B bertindak sesuai harapan A. Seseorang dapat mempunyai kekuasaan,
tetapi apabila tidak menggunakannya maka menjadi kapasitas atau potensi. Aspek
paling penting dari kekuasaan adalah fungsi dependency,
ketergantungan. Semakin B ketergantungan pada A, maka semakin besar
kekuasaan A dalam hubungan tersebut.
Pengertian senada di kemukakan oleh McShane dan Von Glinov
(2010:300) yang menyatakan bahwa kekuasaan sebagai kapasitas seseorang, tim,
atau organisasi untuk memengaruhi oranglain.
Kekuasaan juga diberikan pengertian sebagai kemampuan
membujuk seseoranglain untuk melakukan sesuatu yang ingin kita lakukan atas
kemampuan membuat segala sesuatu terjadi atau ingin kita lakukan atau kemampuan
membuat segala sesuatu terjadi atau membuat segala sesuatu dilakukan dengan
cara yang kita inginkan (Schermerhorm, Hunt, Osborn & Uhi-Bien, 2011:278)
Dengan
demikian dapat dikatakan bahwa power atau kekuasaan pada hakikatnya adalah
kapasitas atau kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk membujuk,
memengaruhi, dan membuat orang lain tergantung padanya dan bersedia melakukan
apa yang diinginkan.
2.
Jelaskan Sumber-Sumber Kekuasaan
Dasar
atau sumber kekuasaan menurut Robbins dan Judge (2011:455) dikelompokkan dalam
kategori
·
Formal
Power
Formal power
didasarkan kepada posisi individu dalam organisasi yang dapat berasal dari
kemampuan memaksa (coerce) atau menghargai (reward) atau dari kewenangan formal
(formal authority).
·
Personal
Power
Personal
power bersumber pada karakteristik unik individu berupa keahlian (expertise),
penghormatan (respect) dan kekaguman (admiration) oranglain. Penelitian mengindikasi
bahwa sumber personal power adalah yang paling efektif.
3.
Pengertian Dari Pengaruh
Infuence
atau
pengaruh adalah penggunaan perilaku aktual yang menyebabkan perubahan perilaku
atau sikap orang lain. Pengaruh adalah penggunaan perilaku actual yang
menyebabkan perubahan sikap atau perilaku seseorang atau kelompok organisasi. Pengaruh
(influence) adalah suatu transaksi sosial dimana seseorang atau kelompok di
bujuk oleh seorang atau kelompok lain untuk melakukan kegiatan sesuai dengan
harapan mereka yang mempengaruhi.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:
849), “Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau
benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.”
Sementara itu, Surakhmad (1982:7) menyatakan
bahwa pengaruh adalah kekuatan yang muncul dari suatu benda atau orang dan juga
gejala dalam yang dapat memberikan perubahan terhadap apa-apa yang ada di sekelilingnya.
Jadi, dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pengaruh
merupakan suatu daya atau kekuatan yang timbul dari sesuatu, baik itu orang
maupun benda serta segala sesuatu yang ada di alam sehingga mempengaruhi
apa-apa yang ada di sekitarnya.
4. Jelaskan Pengaruh Dari Tak-Tik
Empat
jenis tak-tik untuk memengaruhi yang umum bisa dibedakan menurut tujuan
utamanya yaitu taktik manajemen kesan (impression
management tactics), taktik politik (political
tactics), taktik proaktif (proactive
tactics), dan taktik reaktif (reactive
tactics).
1. Taktik
Manajemen Kesan
Taktik
ini dimaksudkan untuk memengaruhi orang agar menyukai agen atau memiliki
evaluasi yang menyenangkan terhadap agen. Contohnya mencakup pemberian pujian
atau bantuan yang tanpa syarat (tindakan mengambil hati), dan membicarakan
tentang kualifikasi atau pencapaian seseorang (promosi diri). Taktik ini
digunakan pemimpin untuk memengaruhi pengikut atau oleh pengikut untuk
memengaruhi pemimpinnya.
2. Taktik
politis
Taktik
ini digunakan untuk memengaruhi keputusan organisasi atau kalau tidak untuk
mendapatkan manfaat bagi individu atau grup. Beberapa pakar telah
mengidentifikasikan taktik politis yang digunakan dalam organisasi (missal Fairholm,1993;
Kackmar & Baron, 1999; Pfeffer, 1992; Porter, Allen & Angel, 1981. Satu
jenis taktik politis mencakup upaya untuk memengaruhi bagaimana keputusan
penting dibuat dan siapa yang membuatnya. Contoh tersebut mencakup agenda rapat
yang membahas masalah anda, atau memengaruhi pembuat keputusan untuk membuat
keputusan untuk membuat kriteria yang akan membuat keputusan menjadi menguntungan
anda, atau memilih pembuat keputusan yang akan mengangkat dan memperjuangkan
kepentingan anda. Taktis politik juga digunakan untuk melawan para pihak yang
menentang dan kritik yang dilakukan secara diam-diam.
3. Taktik
Proaktif
Taktik
ini memiliki sasaran tugas yang bersifat langsung seperti membuat si target
melaksanakan tugas baru, mengubah prosedur yang digunakan untuk tugas yang
sedang dihadapi. Memberikan bantuan pada proyek tertentu, atau mengubah
dukungan perubahan yang diusulkan. Ketika permintaan jelas-jelas sah, relevan
untuk pekerjaan tertentu, dan sesuatu yang diketahui oleh si target cara untuk
melaksanakannya, maka dimungkinkan untuk sering mendapatkan kepatuhan dari si
target untuk menggunakan “permintaan sederhana” yang didasarkan pada kekuasaan
yang sah. Tetapi, ketika si target cenderung menolak, maka agen mungkin perlu
mrnggunanakn taktik pengaruh proaktif seperti bujukan rasional.
4. Taktik
Pengaruh Reaftif
Taktik ini digunakan
untuk menolak uoaya pengaruh yang tidak diinginkan atau mengubah permintaan
atau usulan agen agar lebih dapat diterima oleh si target. Dari perspektif
pengamat, agen dan si target memiliki peran yang saling bertukar ketika taktif
reaktif digunakan. Penggunaan taktik pengaruh oleh kedua pihak merefleksikan
proses pengaruh timbale balik yang sebenarnya dan melibatkan banyak upaya
memberi penagrauh.
5.
Cari Kasus Tentang Kekuasaan & Pengaruh Pada Sebuah Organisasi dan Berikan
Saran
Disuatu sekolah,
khususnya Sekolah Menengah Pertama atau di Sekolah Menengah Atas ada suatu
organisasi yang disebut OSIS (Organisasi Intra Sekolah) yang dikepalai oleh
seorang sektua osis, Dalam diri ketua
osis adanya wewenang atau berkuasa untuk mengatur tingkatan dibawahnya, Ketua
osis menyuruh adik kelas untuk membersihkan halaman, adik kelasnya maka ada
rasa keterpaksaan untuk membersihkan halaman sekolah tersebut. Hal itu karena
pengaruh dari ketua osis yang memiliki sifat otoriter.
Saran
: walaupun kita memiliki kekuasan atau wewenang untuk memengaruhi oranglain,
kita tidak boleh menggunakan jabatan kita untuk melakukan hal yang memang bukan
sewajarnya untuk dilakukan, karena kekuasaan itu merupakan keprcayaan orang
yang di tujukan kepada kita makan kita tidak boleh menyia-nyiakan kepercayaan
itu
Daftar Pustaka
Feriyanto,A. (2015). Pengantar Manajemen. Yogyakarta :
Mediatera
Horne.J. (2005). Financial Management. Jakarta : SAlemba
Empat
Konopaske.R. (2007). Perilaku dan Manajemen Dalam Organisasi. Jakarta
: Erlangga
Robinson. (2008). Strategi Manajemen. Jakarta : Salemba
Empat
Santoso,J. (2006). Jalan Tikus Menuju Kekuasaan. Jakarta :
Gramedia
Wiyono.S. (2007). Manajemen Potensi Diri. Jakarta :
Grasindo
Yukl,G. (2010). Kepemimpinan Dalam Organisasi. Jakarta :
Indeks
.