Tugas II Softskill
Psikologi Manajemen
NAMA : ERA LOVI SETYOWATI
KELAS : 3PA14
NPM : 13514588
A. PENGORGANISASIAN STRUKTUR MANAJEMEN
1. Pengertian Struktur Organisasi
Struktur organisasi dapat diartikan sebagai susunan dan hubungan antara bagian dan posisi dalam perusahaan. Struktur organisasi menjelaskan pembagian aktivitas kerja, serta memperhatikan hubungan fungsi dan aktivitas sampai batas-batas tertentu. Selain itu, struktur organisasi memperlihatkan tingkat spesialisasi aktivitas tersebut. Struktur organisasi juga menjelaskan hirarki dan susunan kewenangan, serta hubungan pelaporan (siapa melapor pada siapa). Dengan adanya struktur organisasi, maka stabilitas dan komunitas organisasi tetap bertahan.
Ada empat elemen dalam struktur, yaitu :
1. Spesialisasi aktivitas, mengacu pada spesifikasi tugas-tugas perorangan dan kelompok kerja seluruh organisasi (pembagian kerja) serta penyatuan tugas-tugas tersebut ke dalam unit kerja.
2. Standarisasi aktivitas, merupakan prosedur yang digunakan organisasi untuk menuju kelayadugaan aktivitas-aktivitasnya.
3. Koordinasi aktivitas adalah prosedur dalam memadukan fungsi-fungsi dub-unit dalam organisasi. Mekanisme standarisasi aktivitas akan memudahkan pengkoordinasian aktivitas khususnya dalam organisasi yang tidak memiliki pola unit.
4. Besar unit kerja, berhubungan dengan jumlah peawai yang berada dalam suatu kelompok kerja.
Contoh struktur organsasi
2. Jelaskan Fungsi Manajemen
Yaitu untuk mengerahkan sekelompok manusia yang memiliki latar belakang pendidikan dan karakter yang berbeda-beda. Seorang manajer harus menerapkan fungsi-fungsi manajemen untuk dapat mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan. Fungsi manajemen yaitu : Planning, Organizing dan Controlling.
a. Fungsi Planning (Perencanaan)
Perencanaan merupakan suatu fungsi manajemen yang paling utama. Perencanaan merupakan proses dasar manajemen untuk menentukan tujuan dan langkah-langkah yang harus di lakukan agar tujuan tercapai.
b. Fungsi Organizing (Pengorganisasian)
Pengorganisasian diartikan sebagai keseluruhan proses pengelompokkan orang-orang, alat-alat, tugas, tanggung jawab dan wewenang sedemikian rupa sehingga tercapai suatu kesatuan yang dapat digerakkan dalam rangka mencapai tujuan. Hasil pengorganisasian adalah untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.
Fungsi pengorganisasian :
- Adanya pendelegasian wewenang dan manajemen puncak kepada manajemen pelaksana
- Adanya pembagian tugas yang jelas
- Memiliki manajer puncak yang profesional untuk mengkoordinasikan seluruh kegiatan.
c. Fungsi Controlling (Pengawasan)
Merupakan fungsi penting pada suatu organisasi. Pengawasan bukan merupakan tugas untuk membenarkan kesalahan yang terjadi demi tercapainya tujuan organisasi. Secara umum tujuan dari pengawasan adalah memastikan kerjaan sesuai dengan rencana, mencegah adanya kesalahan, menciptakan kondisi agar karyawan bertanggung jawab dalam melaksanakan pekerjaan, mengadakan koreksi terhadap kegagalan yang timbul dan memberjalankan keluar suatu kesalahan.
3. Jelaskan Manfaat Struktur Fungsional dan Divisional
Struktur Fungsional biasanya dipakai oleh perusahaan yang mempunyai produk tunggal atau produk lini terbatas. Untuk meraih keunggulan bersaing dalam menyediakan produk dan jasa, perusahaan membutuhkan keterampilan dan bidang spesialis yang jelas. Keunggulan struktur fungsional dapat dijelaskan sebagai berikut :
- Mempergunakan sumber daya khusus secara efesien
- Siperviser dapat dilakukan lebih mudah
- Mengembangkan keahlian fungsional
- Memelihara kendali terpusat atas keputusan strategis
- Berkaitan erat dengan strategi melalui kegiatan kunci sebagai unit terpisah
Struktur divisional merupakan struktur dalam sebuha unit yang relatif otonom atau divisi yang diperintah oleh kantor pusat perusahaan, tetapi masing-masing divisi mempunyai spesialisasi fungsi sendiri-sendiri yang menyediakan produk atau jasa yang berbeda dari divisi lain. Keunggulan struktur divisional yaitu :
- Keputusan lebih cepat
- Lebih mudah unutk memulai prestasi kerja
- Pengembangan dan strategi dekat dengan lingkungan
- Memberikan landasan pelatihan bagi para manajer strategis
- Lebih terfokus pada produk, pasar dan tanggapan cepat terhadap perusahaan
- Spesialisasi fungsional masih terpelihara pada masing-masing divisi
4. Jelaskan Kerugian Struktur Fungsional dan Divisional
Kerugian struktur fungsional yaitu :
- Keputusan terlambat
- Sulit untuk menentukan mana yang harus bertanggung jawab
- Sulit untuk menilai prestasi kerja
- Mendorong spesialisasi yang sempit
- Mengandung potensi yang kuat untuk terjadinya konflik antar fungsi
Kerugian struktur divisional yaitu :
- Mengakibatkan turunnya komunikasi antar spesialisasi fungsional
- Sangat potensial untuk menimbulkan persaingan antar divisi
- Pendelegasian yang besar dapat menimbulkan masalah
5. Cari Kasus Organisasi
- Berikan Saran Dari struktur Fungsional dan Divisional
5. Cari Kasus Organisasi
- Berikan Saran Dari struktur Fungsional dan Divisional
PT Jasa Putra Indonesia, perusahaan ini bergerak dalam bidang jasa yaitu asuransi jiwa yang mana perusahaan ini didirikan dan menggunakan struktur fungsional sehinnga perusahaan ini sudah sangat tersusun dengan rapih pembagian tugasnya, yang mempermudah dalam mengontrol pekerjaan bawahan, yaitu mudah memobilisasi keterampilan khusus, kerugiannya dalam bidang fungsional yaitu pandangan terhadap sasaran agak terbatas. Apabila dipandang dari segi divisional yaitu dapat memilih keputusan lebih cepat dan secara keseluruhan dapat dikoordinasikan dengan mudah, maka saran nya adalah harus ada penyeimbang antara fungsional dan divisionalnya di bagian divisinya.
B.ACTUATING DALAM MANAJEMEN
1. Pengertian Actuating Dalam Manajemen
Dari seluruh rangkaian proses manejemen pelaksanaan (Actuating) merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Dalam fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi actuating justru lebih menekeankan pada kegiatan yang berhubungan dengan orang-orang dalam organisasi.
Dalam hal ini, Georgi R. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating merupakan usaha menggerakkan anggotaanggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut.
Actuating dapat disimpulkan bahwa upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya.
2. Jelaskan Pentingnya Actuating Dalam Manajemen
Fungsi actuating lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pergerakan seluruh potensi sumber daya manusia dan non-manusia pada pelaksanaan tugas. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi, peran, keahlian dan kompetensi masing-masin SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi, peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.
Fungsi fundamental dalam perushaan setelah menata perencanaan dan pengorganisasian adalah bagaimana cara menggerakkan manusia secara sukarela unuk melakukan asktifitas personal yangs esuai dengan tujuan perusahaan. "Menggerakkan merupakan usaha untuk menggerakkan anggota kelompok sedemikian rupa sehingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan yang bersangkutan dan anggota perusahaan tersebut oleh karena itu ingin mencapai sasaran tersebut. (Terry:2006:313).
3. Jelaskan Prinsip Actuating Dalam Manajemen
Manusia dengan berbagai tingkah lakunya yang berbeda-beda. Ada beberapa prinsip yang dilakukan oleh pimpinan perusahaan dalam melakukan actuating yaitu :
a. Prinsip mengarah tujuan
Tujuan pokok dari pengarahan nampak pada prinsip yang menyatakan bahwa makin efektifnya proses pengarahan, akan semakin besar sumbangan bawahan terhadap usaha mencapai tujuan artinya dalam melaksanakan fungsi pengarahan perlu mendapatkan dukungan atau bantuan dari faktor lain seperti : struktur organisasi, tenaga kerja yang cukup, pengawasan yang efektif dan kemampuan untuk menginkatkan pengetahuan serta kemampuan bawahan.
b. Prinsip keharmonisan dengan tujuan
orang-orang bekerja untuk dapat memenuhi kebutuhannya yang mungkin tidak mungkin sama dengan tujuan perusahaan. Semua ini dipengaruhi oleh motivasi masing-masing individu. Motivasi yang baik akan mendorong orang-orang untuk memnuhi kebutuhannya dengan cara yang wajar.
c. Prinsip kesatuan komando
Prinsip kesatuan komando ini sangan penting untuk menyatukan arah tujuan tanggung jawab para bawahan. Bilamana para bawahan hanya memiliki satu jalut didalam melaporkan segala kegiatannya.
Refrensi
Ebook : Umar Husein. Bussiness An Introduction. Jakarta
Hadi,anwar. 2005. Pemahaman dan Penerapan. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
Handoko,T,H. 2009. Manajemen. Edisi 2. Yogyakarta : BPFE
Munandarashar. 2001. Psikologi Industri dan Organsisasi. Salemba
Suyanto.2007. Strategic Management. Yogyakarta : Katalog Dalam Terbitan
Nuraida,ida. 2008. Manajemen Administrasi Perkantoran. Yogyakarta : Kanisius
B.ACTUATING DALAM MANAJEMEN
1. Pengertian Actuating Dalam Manajemen
Dari seluruh rangkaian proses manejemen pelaksanaan (Actuating) merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Dalam fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi actuating justru lebih menekeankan pada kegiatan yang berhubungan dengan orang-orang dalam organisasi.
Dalam hal ini, Georgi R. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating merupakan usaha menggerakkan anggotaanggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut.
Actuating dapat disimpulkan bahwa upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya.
2. Jelaskan Pentingnya Actuating Dalam Manajemen
Fungsi actuating lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pergerakan seluruh potensi sumber daya manusia dan non-manusia pada pelaksanaan tugas. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi, peran, keahlian dan kompetensi masing-masin SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi, peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.
Fungsi fundamental dalam perushaan setelah menata perencanaan dan pengorganisasian adalah bagaimana cara menggerakkan manusia secara sukarela unuk melakukan asktifitas personal yangs esuai dengan tujuan perusahaan. "Menggerakkan merupakan usaha untuk menggerakkan anggota kelompok sedemikian rupa sehingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan yang bersangkutan dan anggota perusahaan tersebut oleh karena itu ingin mencapai sasaran tersebut. (Terry:2006:313).
3. Jelaskan Prinsip Actuating Dalam Manajemen
Manusia dengan berbagai tingkah lakunya yang berbeda-beda. Ada beberapa prinsip yang dilakukan oleh pimpinan perusahaan dalam melakukan actuating yaitu :
a. Prinsip mengarah tujuan
Tujuan pokok dari pengarahan nampak pada prinsip yang menyatakan bahwa makin efektifnya proses pengarahan, akan semakin besar sumbangan bawahan terhadap usaha mencapai tujuan artinya dalam melaksanakan fungsi pengarahan perlu mendapatkan dukungan atau bantuan dari faktor lain seperti : struktur organisasi, tenaga kerja yang cukup, pengawasan yang efektif dan kemampuan untuk menginkatkan pengetahuan serta kemampuan bawahan.
b. Prinsip keharmonisan dengan tujuan
orang-orang bekerja untuk dapat memenuhi kebutuhannya yang mungkin tidak mungkin sama dengan tujuan perusahaan. Semua ini dipengaruhi oleh motivasi masing-masing individu. Motivasi yang baik akan mendorong orang-orang untuk memnuhi kebutuhannya dengan cara yang wajar.
c. Prinsip kesatuan komando
Prinsip kesatuan komando ini sangan penting untuk menyatukan arah tujuan tanggung jawab para bawahan. Bilamana para bawahan hanya memiliki satu jalut didalam melaporkan segala kegiatannya.
Refrensi
Ebook : Umar Husein. Bussiness An Introduction. Jakarta
Hadi,anwar. 2005. Pemahaman dan Penerapan. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
Handoko,T,H. 2009. Manajemen. Edisi 2. Yogyakarta : BPFE
Munandarashar. 2001. Psikologi Industri dan Organsisasi. Salemba
Suyanto.2007. Strategic Management. Yogyakarta : Katalog Dalam Terbitan
Nuraida,ida. 2008. Manajemen Administrasi Perkantoran. Yogyakarta : Kanisius
-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar