Senin, 07 November 2016



TUGAS III

NAMA     : ERA LOVI SETYOWATI
KELAS     : 3 PA 14
NPM        : 13514588

A. CONTROLLING FUNGSI MANAJEMEN

1. Pengertian Controlling Manajemen
Controlling manajemen atau disebut dengan pengawasan manajemen. Pengawasan merupakan fungsi manajerial yang keempat setelah perencanaan, pengorganisasian dan pengarahan. Sebagai salah satu fungsi manajemen, mekanisme pengawasan dalam suatu organisasi memang mutlak diperlukan. Pelaksanaan suatu rencana atau program tanpa diiringi dengan suatu sistem pengawasan yang baik dan berkesinambungan, jelas akan mengakibatkan lambatnya atau bahkan tidak tercapainya sasaran dan tujuan yang telah ditentukan.
Menurut Atmosudirdjo mengatakan bahwa pada pokoknya controlling adalah keseluruhan dari pada kegiatan yang membandingkan atau mengukur apa yang sedang atau sudah dilaksanakan dengan kriteria, norma-norma, standar, atau rencana-rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.   
           
2. Jelaskan Langkah-langkah Controlling Manajemen
a. Tahap penetapan standar
Tujuannya adalah sebagai sasaran, kuota dan target pelaksanaan kegiatan yang digunakan sebagai patokan standar
b. Tahap penentu pengukuran pelaksanaan kegiatan
Digunakan sebagai dasar atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan scara tepat.
c. Tahap pengukuran pelaksanaan kegiatan
Beberapa proses yang berulang-ulang dan kontinu yang berupa pengamatan, laporan, metode, pengujian dan sampel.
d. Tahap pembandingan pelaksanaan dengan standar dan analisa penyimpangan
Digunakan untuk mengetahui penyebab terjadinya penyimpangan dan menganalisanya, juga digunakan sebagai alat pengambilan keputusan.
e. Tahap pengambilan tindakan koreksi
Bila diketahui dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan dimana perlu ada perbaikan dalam pelaksanaan. 

3. Jelaskan Tipe-tipe Controlling Manajemen 
Pada dasarnya ada beberapa jenis pengawasan yang dapat dilakukan, yaitu :
    1. Pengawasan Intern dan Ekstern
Pengawasan intern adalah pengawasan yang dilakukan oleh orang atau badan yang ada didalam lingkungan unit organisasi yang bersangkutan. Pengawasan dalam bentuk ini dapat dilakukan dengan cara pengawasan atasan langsung atau pengawasan melekat (built in control) atau pengawasan yang dilakukan secara rutin.
Pengawasan ekstern adalah pemeriksaan yang dilakukan oleh unit pengawasan yang berada diluar unit organisasiyang diawasi.

    2. Pengawasan Preventif dan Represif
Pengawasan prevetif lebih dimaksudkan sebagai pengawasan yang dilakukan terhadap suatu kegiatan sebelum kegiatan itu dilaksanakan, sehingga dapat mencegah terjadinya penyimpangan. Lazimnya, pengawasan ini dilakukan pemerintah dengan maksud untuk menghindari adanya penyimpangan pelaksanaan keuangan negara yang akan membebankan dan merugikan negara lebih besar. Di sisi lain, pengawasan ini juga dimaksudkan agar sistem pelaksanaan anggaran dapat berjalan sebagaimana yang dikehendaki. Pengawasan preventif akan lebih bermanfaat dan bermakna jika dilakukan oleh atasan langsung, sehingga penyimpangan yang kemungkinan dilakukan akan terdeteksi lebih awal.
Disisi lain pengawasan represif adalah pengawasan yang dilakukan terhadap suatu kegiatan setelah kegiatan itu dilakukan. Pengawasan model ini lazimnya dilakukan pada akhir tahun anggaran, dimana anggaran yang telah ditentukan kemudian disampaikan laporannya. Setelah itu, dilakukan pemeriksaandan pengawasannya untuk mengetahui kemungkinan terjadinya penyimpangan.  

    3. Pengawasan Aktif dan Pasif                        
              Pengawasan dekat (aktif) dilakukan sebagai bentuk pengawasan yang dilaksanakan di tempat kegiatan yang bersangkutan. Hal iniberbeda dengan pengawasan jauh (pasif) yang melakukan pengawasan melalui penelitian dan pengujian terhadap surat-surat pertanggungjawaban yang disertai dengan bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran. Di sisi lain, pengawasan berdasarkan pemeriksaan kebenaran formal menurut hak (rechmatigheid) adalah pemeriksaan terhadap pengeluaran apakah telah sesuai dengan peraturan, tidak kadaluarsa, dan hak itu terbukti kebenarannya. Sementara hak berdasarkan pemeriksaan kebenaran materi mengenal maksud tujuan pengeluaran (deolmatigheid) adalah pemeriksaan terhadap pengeluaran apakah telah memenuhi prinsip ekonomi yaitu pengeluaran tersebut diperlukan dan beban biaya yang serendah mungkin. 

   4. Contoh Kasus Strategi Controlling Untuk Sebuah Organisasi 

Ada pabrik atau perusahaan perumahan (homemade) yang berupa garment pakaian, perusahaan itu memperkerjakan sekitar 25 pegawai, perusahaan itu mengelola pakaian mentah menjadi pakaian siap pakai, missal kita menerima bahan pakaian lembaran dari perusahaan lain lalu kami membuat pola, menjahit, memasang kancing  hingga menjadi pakaian yang siap pakai dan siap untuk dipasarkan kepada konsumen.  Sangat banyak hal yang perlu adanya suatu pengawasan dalam perusahaan ini, dari mulai mengawasi pekerja yang bekerja untuk mengawasi mensortir bahan barsng yang masuk, mengawasi pekerjaan para pegawai untuk mengolah bahan sampi memasarkan barang ke pasar luar . Hal ini bertujuan agar suatu perusahaan ini dapat terlaksana sesuai dengan semestinya. Jika ada suatu penyimpangan, maka harus di telusuri apa penyebab dan menganalisa mengapa bisa terjadi sedemikian dan perlu adanya perbaikan.

Saran : Tahap pengawasan ini harus dilaksanakan secara kontinue agar perusahaan dapat berjalan dengan terstruktur
 

B. KEKUASAAN DAN PENGARUH


1. Pengertian Kekuasaan

Konsep kekuasaan sangat pentiing untuk memahami bagaimana orang mampu saling memengaruhi dalam organisasi (Mitzberg, 1983, 1992). Kekuasaan melibatkan kapasitas satu pihak ("agen") untuk memengaruh pihak lain ("target"). Konsep fleksibel ini bisa digunakan dengan berbagai cara, Istilah ini dapat mengacu pada pengaruh agen terhadap satu atau banyak target. Kekuasaan adalah variabel dinamis yang berubah mengikuti perubahan kondisi. Bagaimana kekuasaan dapat dihunakan dan hasil usaha memengaruhi dapat meningkatkan atau menjatuhkan kekuasaan agen tertentu. 

Kekuasaan adalah merupakan kemampuan memengaruhi perilaku orang lain dan sebaliknya menolak pengaruh yang tidak diinginkan. Tetapi patut diingatkan bahwa meskipun seseorang mempunyai kemampuan memengaruhi, tidak berari bersedia melakukannya. Power atau kekuasaan adalah kemampuan membuat oranglain melakukan apa yang diinginkan seseorang untuk mereka lakukan (Gibson, Ivancevich, Donnelly, dan Konopaske, 2012 : 291). Apabila digunakan dalam kebaikan organisasi, kekuasaan merupakan kekuatan positif untuk mencapai evektifitas organisasi tingkat tinggi.

Robbins dan Judge, (2011 : 454) memberikan pengertian bahwa kekuasaan menunjukkan pada kapasitas bahwa A harus memengaruhi perilaku B sehingga B bertindak sesuai harapan A. Seseorang dapat mempunyai kekuasaan, tetapi apabila tidak menggunakannya maka menjadi kapasitas atau potensi. Aspek paling penting dari kekuasaan adalah fungsi dependency, ketergantungan. Semakin B ketergantungan pada A, maka semakin besar kekuasaan A dalam hubungan tersebut.

Pengertian senada di kemukakan oleh McShane dan Von Glinov (2010:300) yang menyatakan bahwa kekuasaan sebagai kapasitas seseorang, tim, atau organisasi untuk memengaruhi oranglain.
Kekuasaan juga diberikan pengertian sebagai kemampuan membujuk seseoranglain untuk melakukan sesuatu yang ingin kita lakukan atas kemampuan membuat segala sesuatu terjadi atau ingin kita lakukan atau kemampuan membuat segala sesuatu terjadi atau membuat segala sesuatu dilakukan dengan cara yang kita inginkan (Schermerhorm, Hunt, Osborn & Uhi-Bien, 2011:278)
   Dengan demikian dapat dikatakan bahwa power atau kekuasaan pada hakikatnya adalah kapasitas atau kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk membujuk, memengaruhi, dan membuat orang lain tergantung padanya dan bersedia melakukan apa yang diinginkan.

2. Jelaskan Sumber-Sumber Kekuasaan
Dasar atau sumber kekuasaan menurut Robbins dan Judge (2011:455) dikelompokkan dalam kategori
·         Formal Power
Formal power didasarkan kepada posisi individu dalam organisasi yang dapat berasal dari kemampuan memaksa (coerce) atau menghargai (reward) atau dari kewenangan formal (formal authority).
·         Personal Power
Personal power bersumber pada karakteristik unik individu berupa keahlian (expertise), penghormatan (respect) dan kekaguman (admiration) oranglain. Penelitian mengindikasi bahwa sumber personal power adalah yang paling efektif. 

3. Pengertian Dari Pengaruh
Infuence atau pengaruh adalah penggunaan perilaku aktual yang menyebabkan perubahan perilaku atau sikap orang lain. Pengaruh adalah penggunaan perilaku actual yang menyebabkan perubahan sikap atau perilaku seseorang atau kelompok organisasi. Pengaruh (influence) adalah suatu transaksi sosial dimana seseorang atau kelompok di bujuk oleh seorang atau kelompok lain untuk melakukan kegiatan sesuai dengan harapan mereka yang mempengaruhi.Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 849), “Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.”
 Sementara itu, Surakhmad (1982:7) menyatakan bahwa pengaruh adalah kekuatan yang muncul dari suatu benda atau orang dan juga gejala dalam yang dapat memberikan perubahan terhadap apa-apa yang ada di sekelilingnya. Jadi, dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pengaruh merupakan suatu daya atau kekuatan yang timbul dari sesuatu, baik itu orang maupun benda serta segala sesuatu yang ada di alam sehingga mempengaruhi apa-apa yang ada di sekitarnya.

4. Jelaskan Pengaruh Dari Tak-Tik   

Empat jenis tak-tik untuk memengaruhi yang umum bisa dibedakan menurut tujuan utamanya yaitu taktik manajemen kesan (impression management tactics), taktik politik (political tactics), taktik proaktif (proactive tactics), dan taktik reaktif (reactive tactics).


1.      Taktik Manajemen Kesan

Taktik ini dimaksudkan untuk memengaruhi orang agar menyukai agen atau memiliki evaluasi yang menyenangkan terhadap agen. Contohnya mencakup pemberian pujian atau bantuan yang tanpa syarat (tindakan mengambil hati), dan membicarakan tentang kualifikasi atau pencapaian seseorang (promosi diri). Taktik ini digunakan pemimpin untuk memengaruhi pengikut atau oleh pengikut untuk memengaruhi pemimpinnya.
2.      Taktik politis
Taktik ini digunakan untuk memengaruhi keputusan organisasi atau kalau tidak untuk mendapatkan manfaat bagi individu atau grup. Beberapa pakar telah mengidentifikasikan taktik politis yang digunakan dalam organisasi (missal Fairholm,1993; Kackmar & Baron, 1999; Pfeffer, 1992; Porter, Allen & Angel, 1981. Satu jenis taktik politis mencakup upaya untuk memengaruhi bagaimana keputusan penting dibuat dan siapa yang membuatnya. Contoh tersebut mencakup agenda rapat yang membahas masalah anda, atau memengaruhi pembuat keputusan untuk membuat keputusan untuk membuat kriteria yang akan membuat keputusan menjadi menguntungan anda, atau memilih pembuat keputusan yang akan mengangkat dan memperjuangkan kepentingan anda. Taktis politik juga digunakan untuk melawan para pihak yang menentang dan kritik yang dilakukan secara diam-diam.
3.      Taktik Proaktif
Taktik ini memiliki sasaran tugas yang bersifat langsung seperti membuat si target melaksanakan tugas baru, mengubah prosedur yang digunakan untuk tugas yang sedang dihadapi. Memberikan bantuan pada proyek tertentu, atau mengubah dukungan perubahan yang diusulkan. Ketika permintaan jelas-jelas sah, relevan untuk pekerjaan tertentu, dan sesuatu yang diketahui oleh si target cara untuk melaksanakannya, maka dimungkinkan untuk sering mendapatkan kepatuhan dari si target untuk menggunakan “permintaan sederhana” yang didasarkan pada kekuasaan yang sah. Tetapi, ketika si target cenderung menolak, maka agen mungkin perlu mrnggunanakn taktik pengaruh proaktif seperti bujukan rasional.
4.      Taktik Pengaruh Reaftif
Taktik ini digunakan untuk menolak uoaya pengaruh yang tidak diinginkan atau mengubah permintaan atau usulan agen agar lebih dapat diterima oleh si target. Dari perspektif pengamat, agen dan si target memiliki peran yang saling bertukar ketika taktif reaktif digunakan. Penggunaan taktik pengaruh oleh kedua pihak merefleksikan proses pengaruh timbale balik yang sebenarnya dan melibatkan banyak upaya memberi penagrauh. 
5. Cari Kasus Tentang Kekuasaan & Pengaruh Pada Sebuah Organisasi dan Berikan Saran  
Disuatu sekolah, khususnya Sekolah Menengah Pertama atau di Sekolah Menengah Atas ada suatu organisasi yang disebut OSIS (Organisasi Intra Sekolah) yang dikepalai oleh seorang sektua osis,  Dalam diri ketua osis adanya wewenang atau berkuasa untuk mengatur tingkatan dibawahnya, Ketua osis menyuruh adik kelas untuk membersihkan halaman, adik kelasnya maka ada rasa keterpaksaan untuk membersihkan halaman sekolah tersebut. Hal itu karena pengaruh dari ketua osis yang memiliki sifat otoriter.
   Saran : walaupun kita memiliki kekuasan atau wewenang untuk memengaruhi oranglain, kita tidak boleh menggunakan jabatan kita untuk melakukan hal yang memang bukan sewajarnya untuk dilakukan, karena kekuasaan itu merupakan keprcayaan orang yang di tujukan kepada kita makan kita tidak boleh menyia-nyiakan kepercayaan itu
 
Daftar Pustaka
Feriyanto,A. (2015). Pengantar Manajemen. Yogyakarta : Mediatera
Horne.J. (2005). Financial Management. Jakarta : SAlemba Empat
Konopaske.R. (2007). Perilaku dan Manajemen Dalam Organisasi. Jakarta : Erlangga
Robinson. (2008). Strategi Manajemen. Jakarta : Salemba Empat
Santoso,J. (2006). Jalan Tikus Menuju Kekuasaan. Jakarta : Gramedia
Wiyono.S. (2007). Manajemen Potensi Diri. Jakarta : Grasindo
Yukl,G. (2010). Kepemimpinan Dalam Organisasi. Jakarta : Indeks
 
  



 



. 









 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar